Belajar dan Bermain dengan Anak, Gunakan Teka-Teki Kreatif

Masa pandemi corona telat membuat anak-anak harus banyak belajar di rumah. Hal ini, tentu berdampak cukup negatif karena membuat anak-anak kurang mengenal dunia luar dengan hanya belajar di dalam rumah. Selain itu, selama belajar di rumah anak-anak sering menjadi bosan dan justru tidak mau belajar. Sebagai orang tua, tentu harus punya banyak akal agar anak tidak bosan dan tetap mau belajar.

Saya menyarankan ide sederhana, berupa permainan teka-teki kreatif dengan anak-anak. Permainan teka-teki ini, selain mudah juga dapat dilakukan saat anak sedang belajar. Hal ini bisa menjadi hiburan di kala anak jenuh.

Teka-teki kreatif ini akan sangat menarik diberikan terutama pada anak-anak yang masih berusia 4-6 tahun. Pada umumnya, anak-anak di usia seperti itu masih memiliki rasa penasaran yang amat tinggi. Sehingga, selain menjadi hiburan disaat jenuh, teka-teki kreatif ini diharapkan dapat semakin mengasah otak anak-anak selama belajar di rumah.

Teka-teki Buah dan Binatang

Saya memberikan contoh sebuah teka-teki kreatif yang dilakukan orangtua kepada anaknya dilansir dari Solopos, beberapa waktu lalu ”Kalau mama berubah jadi buah-buahan, rasanya manis, rambut mama sangat banyak dan warna mama merah semua, mama buah-buahan apa nak?”  

Tak lama berselang, setelah sang anak menjawab pertanyaan tersebut. Sang Ibu memberikan teka-teki lagi, “ Nak, kalau mama lehernya jadi panjang, terus suka makan daun, mama berubah jadi apa?.

Pertanyaan dengan jawaban buah rambutan serta jerapah diatas merupakan contoh awal teka-teki kreatif untuk anak. Teka-teki untuk anak usia prasekolah ini tentunya muncul karena pengaruh lingkungan.

Tebak-Tebakan Kreatif Muncul Kapan Saja

Sebenarnya, saat Anak sudah mulai bersosialisasi dan bermain dengan teman-temannya yang sebaya maupun berumur di atasnya, teka-teki itu tanpa mereka sadari sudah mereka lakukan. Interaksi yang dilakukan bisa tanpa sengaja saat anak mendengar atau mengamati teman-temannya bermain teka-teki dan akhirnya ikut melakukannya juga. Tak hanya itu, permainan tebak-tebakan kreatif ini mungkin saja datang dari luar orang tua, seperti oleh pengasuh, tante, guru, dan sebagainya.

Kemunculan lainnya bisa lewat media, baik televisi atau media cetak, dan juga internet (media sosial) yang bahkan anak usia 2 tahun sekarang sudah diberi tontonan Youtube. Beberapa media seperti majalah, tv, radio, dan lainnya, juga menyediakan kolom khusus teka-teki anak beserta hadiah bagi pengirim jawaban yang benar.

Teka-teki kreatif tanpa sadar dapat meningkatkan kosakata, pengalaman, dan keterampilan kognitif. Kemampuan analitis anak juga diasah karena anak akan mencari jawaban dalam informasi yang disebut petunjuk. Bahkan tidak jarang, ada anak-anak yang meminta untuk diberikan teka-teki setiap hari. Beberapa anak  cerdas juga senang dapat membuat teka-teki kreatif mereka sendiri. 

Memandu Keterampilan Bahasa Anak Anda. 

Saat ingin memulai teka-teki kreatif untuk anak-anak selama belajar di rumah, mulailah dengan pertanyaan sederhana dan tidak terlalu rumit. Pada umumnya orang tua memberi teka-teki yang hanya akan bertanya persamaan dan perbedaan sebuah kata atau benda.

Misalnya, perbedaan antara ikan dan katak. Atau bisa juga persamaan Bemo dan Bajaj. Dari sini anak-anak belajar mengotak-atik kata-kata untuk membuat teka-teki. Sehingga, keterampilan bahasa mereka tanpa sadar akan ikut terlatih. Intinya orang tua harus menyesuaikan teka-teki dengan kemampuan kognitif mereka,semisal untuk anak-anak prasekolah biasanya dipilih yang sangat sederhana seperti contoh di atas.

Gunakan Kategori

Mulailah pertanyaan teka-teki kreatif  dengan  kategori seperti “Saya buah …” atau “Saya binatang …”. Atau “Saya mobil …”. Kemudian, berikan ada petunjuk yang cukup lengkap untuk memudahkan anak menjawab. Teka-teki kreatif yang akan selalu disukai oleh semua anak,  biasanya teka-teki seputar karakter pahlawan, hewan, mobil, buah-buahan, kartun,dll. Teka-teki tersebut umumnya tidak jauh dari dunia anak-anak. Mereka suka mengidentifikasi sifat-sifat objek dan  mengubahnya menjadi teka-teki yang menyenangkan. 

Teka-teki   kreatif  dapat menumbuhkan kreativitas dan memperkaya wawasan anak-anak saat mereka belajar di rumah. Tentu saja, orang tua harus menjawab teka-teki anak-anak mereka. Pikirkan dan jawablah dengan ramah dan antusias juga, jang terkesan malas-malasan. Alasannya supaya anak Anda merasa dihargai dan diperhatikan oleh orang tuanya.

.Sebisa mungkin, orang tua menghindari jawaban acak yang bisa membuat anak malas untuk menjawab atau menanyakan teka-teki lagi. Jika anak Anda kehabisan ide, ajukan pertanyaan yang baru kepada anak Anda. Atau bisa juga dengan menantang dia yang memberikan teka-teki. 

Mulailah dengan sesuatu yang dekat dan hampir ditemui atau dilakukan oleh seorang anak. Ambil contoh, jika anak Anda jatuh cinta dengan Upin Ipin (Kartun Negara Malaysia yang sangat populer di Indonesia), cobalah teka-teki tentang kepribadian Upin Ipin, siapa saja teman-temannya, nama kakeknya, dan masih banyak lagi. Jika anak Anda kesulitan menjawab, jangan lupa untuk berikan petunjuk tambahan. Ingat, bahwa teka-teki dilakukan untuk mencoba menghibur anak-anak.

Beri anak Anda waktu untuk berpikir  sampai mereka menemukan jawaban yang benar. Teka-teki kreatif mungkin diberikan pada malam hari, tetapi bisa saja anak-anak baru mendapat menjawabnya esok hari sepulang sekolah

.Game ini sangat berguna untuk anak-anak karena kecerdasan otak mereka. Saat Anda memulai teka-teki, ingatan anak-anak Anda akan menjadi lebih jelas. Mereka menelusuri semua ingatan  di kepala mereka dan mencocokkannya dengan petunjuk yang ada. Untuk alasan ini, teka-teki kreatif sangat bagus untuk melestarikan memori anak Anda.

Kosakata Baru

Teka-teki memungkinkan anak-anak menemukan kosakata baru yang belum mereka kuasai. Ini akan menambah wawasan anak Anda serta menambah kosakata yang dikenal.  Anak-anak juga dapat belajar mengelompokkan berbagai hal melalui teka-teki kreatif. Misalnya  teka-teki yang termasuk dalam kategori Buah, Kendaraan, Tumbuhan, Benda, dan Hewan. Ketika orang tua mengklasifikasikan mobil, anak-anak membayangkan sepeda, sepeda motor, mobil, pesawat, bus, truk, dll di kepala mereka.  Atau, ketika anak-anak menyebut binatang, mereka langsung ingat ikan, kucing, anjing,  sapi, ayam, gajah, dan sebagainya. Kemampuan anak untuk mengklasifikasikan hal tersebut akan memudahkan kedepannya saat mereka bersekolah dan harus mengatur ribuan kosa kata yang belum tentu mereka ketahui. 

Keterampilan Analisis Berkembang

Teka-teki kreatif  juga  mengembangkan keterampilan analitis anak-anak. Anak-anak belajar menganalisis jawaban yang benar dari berbagai petunjuk. Mereka belajar menggabungkan dan mengolah berbagai informasi yang diberikan untuk menemukan jawaban yang benar. Keterampilan analisis ini sangat berguna, terutama ketika anak mendekati usia sekolah. Banyak sekali pertanyaan yang perlu dianalisis, terutama yang menggunakan cerita. 

Teka-teki kreatif  pada intinya sangatlah menarik. Tidak hanya menyenangkan, permainan ini juga membuat anak-anak lebih ramah kepada orang tua dan teman-temannya. Game ini  mudah dimainkan di mana saja, kapan saja, dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Satu hal lain yang tak kalah penting, teka-teki kreatif juga berguna membantu merangsang otak gugup dan membuat anak Anda berpikir keras ketika masalah terjadi. hal ini tentu sangat berguna ketika mereka mulai mengalami masalah kehidupan nantinya.

Jadi, tidak ada salahnya mencoba menyelipkan teka-teki kreatif ini kepada anak anda. Terutama saat sedang belajar mandiri di rumah. Jangan lupa juga untuk selalu bertanya dan menjawab anak anda dengan penuh antusias.!!!!