Categories
Edukasi untuk Anak

8 Langkah Jitu, Bahasa Inggris Anak Akan Berkembang Pesat

Seiring perkembangan zaman, bahasa Inggris sudah sangat lumrah untuk dipelajari. Terlebih dengan kemajuan teknologi, anak-anak dituntut dapat berbahasa Inggris dengan baik ketika semakin beranjak dewasa dan mulai mengenyam pendidikan yang lebih tinggi hingga masuk ke dunia kerja. Pada intinya, mengetahui atau fasih berbahasa Inggris sudah menjadi keharusan di zaman sekarang. 

Saat ingin mengenalkan bahasa Inggris kepada anak, orang tua sering bingung kapan waktu yang tepat mengajarkannya. Banyak yang mengira bahwa pelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris lebih tepat dilakukan saat anak sudah masuk ke taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sebagainya. Nyatanya, menurut jurnal Frontiers in Psychology, anak-anak bahkan sudah dapat diajari bahasa Inggris sebelum umur 6 tahun. Jika diberi rentang, maka usia terbaik ialah umur 3-6 tahun.

Pada rentang usia tersebut anak-anak justru memiliki kemampuan mengingat kosakata yang lebih baik. Dilansir dari British Council, anak-anak dapat mengembangkan kosakata yang lebih banyak dibanding yang lebih dewasa dilansir dari . Sehingga, dapat dikatakan bahwa anak-anak merupakan pembelajar bahasa asing yang lebih handal dibanding orang yang lebih dewasa. 

Walaupun begitu, pernyataan-pernyataa di atas tidak serta merta membuat anak usia balita  sudah kita berikan pelajaran bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan anak pada usia tersebut masih belum terlalu memahami apa yang dia ucapkan sendiri. Dan itu dapat membuat ia bingung hingga akhirnya mencampur-campur bahasa.

Selain itu, perlu diingat juga bahwa kemampuan anak-anak pasti berbeda-beda. Pasti akan ada anak-anak yang cepat memahami kosa kata asing, sementara di satu sisi  ada anak juga anak yang akan bingung bahkan tidak bisa memahami kosa kata asing sama sekali.

Jika seperti itu, kapan paling tepat kita dapat mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak? Jawabannya tentu tergantung kemampuan anak. Jika sejak balita ia menunjukkan antusias yang tinggi dan tidak merasa kebingungan, maka kita bisa melanjutkan pengenalan bahasa asing tersebut. Sebaliknya, jika sang anak sudah kebingungan dan pusing, maka kita harus menunggu anak melewati usia balita untuk mengajarkan bahasa asing.

Jangan pernah takut terlambat dalam mengajari anak-anak bahasa asing. Pada dasarnya, selama ada tekad dan niat, bahasa asing akan tetap mudah diasah, dicerna dan dipelajari anak berapapun usianya. Nah, untuk para orang tua yang masih bingung dengan cara mengajarkan bahasa Inggris kepada anak, pada artikel ini saya berikan beberapa caranya.

Tips Mengajarkan Bahasa Inggris Pada Anak

Pada awalnya, mengajarkan bahasa asing (tidak hanya inggris) akan susah diajarkan kepada anak. Hal ini tentu sangat lumrah terjadi dikarenakan bahasa Ibu kita yaitu bahasa Indonesia. Selain itu, mayoritas orang sekitar ya ia temui ataupun lingkungan sekeliling tidak menggunakan bahasa Inggris yang pastinya membuat anak pada awalnya akan sangat sulit belajar bahasa asing. Untuk itu, diperlukanlah tips-tips sebagai berikut.

Mengajarkan bahasa asing kepada anak tentunya akan sedikit lebih rumit karena lingkungan di sekitar tidak menggunakan bahasa tersebut.

Namun, jangan khawatir, Anda bisa mencoba tips-tips berikut ini untuk mempermudah melatih anak agar paham dan lancar bahasa Inggris.

1. Coba Gunakan Bahasa Inggris dalam percakapan Sehari-Hari

Tips pertama diawali dengan fakta bahwa bahasa apapun, tetap memiliki kegunaan yang sama, yaitu sebagai alat atau cara manusia berkomunikasi. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak adalah dengan menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari. Cobalah untuk lebih sering berbicara dengan anak Anda dalam bahasa Inggris. Seiring waktu, ia terbiasa dan mampu berkomunikasi secara otomatis dalam bahasa itu.

2. Perkenalkan Bahasa Inggris sejak dini

Rachel Cortese, terapis wicara di Child Mind Institute, mengungkapkan pendapatnya bahwa mengajar anak-anak bahasa Inggris paling bagus sejak usia dini. Hal ini agar tidak menunggu sampai bahasa pertama mereka fasih.  Sebab, hanya akan buang-buang waktu untuk menunggu sampai bahasa utama fasih. 

 Padahal, anak-anak bisa belajar banyak bahasa sekaligus. Selain itu, seiring bertambahnya usia, biasanya bahasa pertama anak-anak menjadi lebih padat. Akibatnya, anak-anak mungkin merasa lebih sulit untuk menerima bahasa baru.

3. Berbicaralah dengan pelan dan jelas 

Tips ketiga. saat berbicara dalam bahasa Inggris dengan anak Anda, bicaralah dengan perlahan dan jelas.  Dengan cara ini, anak dapat memahami apa yang Anda katakan dan  mengingatnya dengan baik. Sekalipun anak Anda tidak bisa membaca atau menulis, metode ini akan membantu Anda belajar bahasa Inggris karena anak Anda masih balita.  Hal ini akan memudahkan anak Anda untuk belajar membaca dan menulis dalam bahasa ini di usia sekolahnya nanti.

4. Luangkanlah waktu khusus untuk belajar

Tips berikutnya, yaitu sisihkan waktu untuk anak belajar bahasa Inggris sembari tetap menggunakannya untuk percakapan sehari-hari.  Cobalah untuk menemukan waktu dalam sehari agar dapat mempelajari bahasa tersebut, meskipun singkat sekalipun.  Tidak hanya belajar melalui buku pelajaran, Anda bisa memberikan anak pelajaran bahasa Inggris dengan  bermain game, menonton video bahasa Inggris bersama, dan masih banyak lagi.

5. Manfaatkan Teknologi atau Gadget

Berikutnya, ada tips agar menggunakan teknologi dan gadget yang mungkin dianggap buruk bagi tumbuh kemabang anak. Kenyataanya, tidak selalu teknologi atau gadget berdampak buruk, terutama jika dikaitkan dengan belajar bahasa Inggris. Fasilitas internet dan gadget nyatanya memberikan kemudahan dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak sejak dini.  Anda dapat dengan mudah mencari foto dan video menarik dalam bahasa Inggris. Dengan cara ini, anak Anda dipastikan lebih tertarik dan ingin belajar.

6. Gunakanlah Alat Bantu Berupa Flash Card

Anak  prasekolah cenderung menggunakan media visual seperti poster dan kartu bergambar untuk membantu mereka memahami pelajaran. Sama halnya dalam belajar bahasa Inggris. Berikan mereka flash card dwibahasa yang berisi kosa kata bahasa  Inggris seperti pakaian, celana panjang, sepatu, dll. yang intinya akan  mereka temui setiap hari. Hal ini akan membuat kosa kata mereka semakin kaya dan juga akan cepat mengingatnya.

7. Pasanglah poster di dinding

Kemudian, tips lainnya ialah orang tua bisa memasang poster bergambar di tempat tertentu untuk membantu anak belajar bahasa Inggris.  Misalnya poster bagian tubuh di kamar mandi, poster buah dan sayur di dapur, dan lain sebagainya.  Saat melihat poster, anak Anda dapat belajar bahasa Inggris kapan saja tanpa perlu menyediakan waktu khusus.  Misalnya, tanpa sadar saat melihat poster di kamar mandi, anak belajar bahasa Inggris sambil mandi karena ia menggunakan bagian tubuh yang ada di poster tersebut.

8. Bacakan buku cerita berbahasa Inggris

Jika anak Anda belum bisa membaca, bukan berarti Anda tidak memiliki buku anak di rumah. Cobalah untuk menyediakan buku cerita bahasa Inggris untuk dibaca. Membacakan dongeng atau cerita bergambar dengan dapat menambah perbendaharaan kata anak Anda. Kegiatan ini  sangat bermanfaat untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak, terutama membaca  sebelum tidur. Pada titik ini, anak akan lebih mudah menyerap informasi. Hal ini juga akan berdampak dengan anak lebih mudah mengingat dengan apa yang Anda katakan.

Mungkin itu saja beberapa tips yang bisa saya berikan kepada orang tua dalam mengajarkan bahasa Inggris. Satu tambahan lain, yaitu berikan anak-anak anda pendidikan di lembaga khusus bahasa Inggris. Hal ini tentu akan semakin memberikan hasil yang bagus pada kemampuan bahasa Inggris anak di masa yang akan datang…

Categories
Edukasi untuk Anak

Anak Tidak Mau Menghitung, Kenalkan 10 Permainan Sederhana Ini

Umumnya, orang tua terutama para Ibu membantu anak usia prasekolah untuk menguasai keterampilan matematika dengan hanya melakukan permainan sederhana tanpa banyak mengeluarkan dana. Biasanya sang ibu ingin anak mencintai angka, dengan mengajarkan padanya bahwa matematika merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Lewat ajaran langsung, para Ibu ingin keterampilan matematika yang ia miliki akan meningkat lebih pesat saat ia mulai bersekolah. 

Di lain sisi, banyak orang tua mencari permainan matematika yang menyenangkan dan dapat dinikmati bersama oleh anak-anak dan keluarga? Hal ini dikarenakan, saat diajari anak anda justru merasa benci dengan menghitung itu sendiri. Atau anak anda justru tidak memperlihatkan ketertarikan sama sekali terhadap angka-angka.

Jika Anda menghadapi situasi yang pertama atau kasus kedua, Anda sudah tepat karena mau menyempatkan waktu mengunjungi blog ini. Di sini anda dapat menemukan permainan matematika sederhana yang sangat menyenangkan, sehingga anak-anak akan berkata, “Tolong, lebih banyak matematika!”

Menariknya, pada blog ini juga dilakukan pengelompokan aktivitas berdasarkan gaya belajar. Terkait kesesuaian usia, banyak dari permainan matematika dibawah ini dapat diubah agar sesuai dengan kemampuan para pemainnya. Berikut ini adalah 10 cara menyenangkan untuk memperkenalkan anak pada dunia matematika. 

Permainan untuk Anak dengan Gaya Belajar Kinestetik

1. Permainan Aneka Bentuk-Bentuk Geometri

Buatlah permainan kecil dengan anak, yang misinya mencari berbagai bangun datar atau bangun ruang seperti persegi panjang, segitiga, lingkaran, bintang, atau bentuk lainnya. Lakukan aktivitas menyenangkan ini  di  rumah ataupun saat anda sedang berlibur ke luar rumah. Pada saat mereka memasuki kelas satu, anak Anda akan pandai mengenali, menggambar, dan memanipulasi bentuk. Jadi, ketika mulai sekolah seharusnya mereka tidak menemui kesulitan dengan  pengenalan geometri.

2. Membuat Buku Berhitung 

Kegiatan ini meliputi komponen membaca dan hitungan matematika. Dengan bantuan  Anda, mintalah anak untuk melihat katalog dan majalah yang Anda miliki di rumah. Minta dia untuk  memotong semua benda yang dimulai dengan “A”. Kemudian dia bisa menempelkannya di kertas gambar. Setelah  semua daftar  terisi, minta dia untuk menghitung semua foto di setiap halaman.

3. Permainan Menghitung dan Mengelompokkan Benda-Benda di Rumah

Minta anak Anda untuk mengumpulkan pisau, garpu, dan sendok dari laci dapur dan mengelompokkannya berdasarkan jenis-jenisnya. Selanjutnya, minta dia untuk coba menghitung berapa banyak barang dalam setiap kelompok. Begitu pula dengan kaus kaki yang bisa dikelompokkan sesuai warna dan ukuran. 

Tidak hanya barang-barang. Anda bisa meminta anak Anda untuk mengelompokkan boneka binatang atau mainan lainnya menurut ukurannya. Minta anak anda juga untuk melipat dan menyimpan pakaian Anda. Kemudian tanyakan kepadanya, “Ada berapa banyak kaus kaki yang Anda sedang miliki?” Atau “Atau ada berapa banyak pakaian yang telah ada ambil?” Kemudian minta dia untuk membaginya menjadi beberapa kelompok.

4. Bermain dengan Cemilan

Beri anak Anda segenggam kue berbentuk ikan. Selanjutnya, gambarlah  akuarium kecil di atas kertas putih. Minta dia untuk menaruh biskuit ikannya di akuarium  Anda. Minta anak Anda untuk menghitung jumlah kue. Ambil  biskuit dari akuarium dan minta mereka menghitung lagi. Atau anda juga bisa memberikan anak anda cemilan berbentuk lingkaran, kemudian gambarlah sebuah gawang atau ring atau bisa juga sebuah lubang. Kemudian suruh dia meletakkan cemilan berbentuk lingkaran tersebut dan menghitungnya.

5. Permainan Pola

Permainan selanjutnya, juga mudah. Anda cukup menyiapkan anggur berwarna hijau dan ungu. Kemudian, minta anak Anda untuk menyusunnya dengan pola warna yang berbeda. Gunakan pola hijau, hijau, ungu, hijau, hijau, atau sebaliknya gunakan pola  ungu, hijau, ungu, hijau.Selain menggunakan anggur, anda juga dapat menggunakan benda lain dengan pola-pola yang alami seperti lingkaran pada ulat bulu, gelungan pada kerang keong, pola pada baju batik atau kain perca, atau benda yang berpasangan seperti mata, telinga, atau kacang pada kulitnya. Permainan ini akan mengasah keterampilan memecahkan masalah dan kemampuan anak untuk berpikir abstrak.

6. Permainan Puzzle dan Balok

Permainan memanipulasi objek 3D atau yang lebih dikenal dengan permainan puzzle, balok susun, lego, dan sebagainya, memang menyenangkan dan mengasyikkan. Bermainlah dengan anak Anda sambil membimbing dia dalam menyusun puzzle atau balok seperti yang ia inginkan. Game ini pada akhirnya akan mengenalkan anak Anda pada geometri dasar. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membantu mengembangkan kemampuan berpikir spasial dan motorik halus mereka. Terlebih jika anda juga bisa menyelipkan perhitungan pada saat ia sedang menyusun sebuah bentuk, maka sangat banyak manfaat yang bisa didapat dari permainan ini.

Permainan untuk Anak dengan Gaya Belajar Mendengarkan

7. Membuat Resep Bersama

Pada permainan ini, tidak hanya cocok untuk anak dengan gaya belajar mendengar tetapi juga cocok untuk anak dengan gaya belajar lainnya. Permainan ini pada intinya, memberi anak gelas ukur dan mangkuk, lalu membiarkan anak menakar bahan-bahan yang dibutuhkan. Sementara anak menakar, anda membacakan cara memasak dan resep-resep dengan suara lantang. Hasilnya, anak anda akan belajar menghitung dari menakar, serta anak anda juga akan mengenal konsep seperti volume dan berat dengan modal suara yang ia dengar..

8. Mendengarkan Lagu dengan Tema Berhitung

Untuk aktivitas memperkenalkan hitungan lewat lagu, tentunya yang paling terkenal ialah lagu anak-anak dengan lirik “Satu ditambah satu sama dengan dua… Dua ditambah dua sama dengan empat… Tiga ditambah tiga sama dengan enam… ”. Walaupun, terlihat sepele lagu tersebut sudah lumayan untuk memperkenalkan konsep hitungan, terutama pada anak usia 2-4 tahun.Terlebih di zaman sekarang, sudah banyak lagu bertema hitungan untuk anak-anak. Silahkan, cari di internet dan gunakan semua jenis lagu dengan untuk memperkenalkan dasar penambahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, dan lainnya. Hal lainnya, bisa anda lakukan dengan mencari permainan anak dan aktivitas musik lainnya yang menampilkan lagu tentang angka.

Permainan untuk Anak dengan Gaya Belajar Visual

9. Bermain Menghubungkan Titik-Titik dan Angka

Permainan ini juga permainan sederhana yang dapat membantu anak Anda memahami urutan angka. Permainan ini akan menghubungkan titik-titik atau garis yang diikuti nomor satu diikuti oleh dua, selanjutnya nomor dua diikuti tiga, dan seterusnya. Buku semacam ini sudah banyak dijual di toko-toko, dengan gambar dan tema yang juga bervariasi. Ketika anak anda hanya menyukai menghubungkan titik-titik pada karakter tertentu saja seperti Hello Kitty atau Mickey Mouse, ikuti saja. Sebab hal  terpenting pada aktivitas ini adalah pengenalan angka pada anak.

10. Permainan Safari Angka

Permainan terakhir yang disarankan ialah permainan safari angka. Permainan ini merupakan permainan yang dilakukan di luar rumah, dengan melihat rambu lalu lintas , toko-toko, kendaraan, dan sebagainya. Instruksikan anak anda agar mencatat nomor yang anda sebutkan dan ia juga lihat di sepanjang jalan. Beri nama sesuai dengan letak nomor yang ia temukan. Ajak anak Anda untuk menemukan sendiri angka-angkanya. Kegiatan ini akan memungkinkan anak-anak untuk mengenali angka dengan baik bahkan sebelum  masuk taman kanak-kanak.

Nah, itulah 10 contoh permainan matematika yang dapat disesuaikan dengan gaya belajar anak-anak. Anda juga bisa mengembangkannya jauh lagi. Semoga bermanfaat!

Categories
Edukasi untuk Anak

10 Aktivitas Sederhana dan Mudah untuk Meningkatkan Kreativitas Anak

Sejak masa pandemi corona, anak-anak diharuskan lebih banyak berada di dalam rumah. Orang tua harus memutar otak agar anak tetap aktif dan terlatih kreatif serta kemampuan motoriknya. Dimulai dari hal-hal sederhana yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan. Berikut adalah beberapa hal sederhana yang orang tua bisa lakukan bersama anaknya.

Kegiatan Kreatif yang Menyenangkan untuk Anak

Berikut adalah beberapa kegiatan kreatif terbaik untuk anak-anak:

1. Potong dan Lem

Menggunakan gunting adalah kegiatan yang mungkin sepele, namun membutuhkan waktu untuk dipelajari oleh semua anak. Kegiatan ini juga termasuk penting karena dapat melatih keterampilan motorik anak. Selain itu, memotong dan lem merupakan kegiatan kreatif anak-anak agar dapat membantu mereka membangun kreativitas juga menciptakan karya seni yang berkesan.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Sepasang gunting
  • Kertas berwarna dengan bentuk yang telah ditentukan
  • Lem
  • Kertas gambar

Cara Melakukan:

  • Dorong anak untuk memotong bentuk-bentuk yang telah ditentukan pada kertas berwarna.
  • Anda bisa mulai dengan bentuk sederhana dan membuatnya rumit setelah anak Anda menguasainya.
  • Biarkan dia menempelkan guntingan pada kertas gambar untuk membuat karya seni.

2. Stiker Menyenangkan

Stiker memiliki efek membuat anak gembira, karena bentuk dan warnanya yang berwarna dan menarik. Aktivitas menempelkan stiker dari paketnya langsung dapat  membangun keterampilan motorik, karena anak berkonsentrasi untuk mengupasnya tanpa merusak badan kertas, dan juga mengajarkan mereka untuk bersabar.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Paket Stiker
  • Kertas Gambar/ atau buku

Cara Melakukan:

  • Berikan segumpal stiker kepada anak Anda, dan dorong dia untuk melepasnya dan menempelkannya sesuka mereka di buku atau di kertas gambar.
  • Ini membantu membangun kreativitas mereka, dan karya seni yang dihasilkan dapat disimpan selama bertahun-tahun.

3. Lukisan Garam Mengangkat

Aktivitas ini merupakan kegiatan favorit yang sering dicoba dan diuji di kalangan anak-anak. Melukis garam memang sangat menyenangkan untuk dilakukan dan juga merupakan kegiatan yang membantu meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak. Bahkan walaupun mereka tidak peduli, lukisan garam dapat memunculkan potensi seni yang nyata di kalangan anak-anak

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Garam Epsom
  • Warna makanan dalam berbagai warna
  • Lem
  • Kertas gambar
  • Pensil
  • Piring kertas

Cara Melakukan:

  • Di atas piring kertas, tambahkan beberapa tetes pewarna makanan pada beberapa garam Epsom dan aduk. Ulangi proses ini untuk semua warna yang diinginkan anak.
  • Biarkan anak Anda menggambar bentuk dan pola favoritnya di kertas gambar.
  • Bantu dia mengoleskan lem pada desain dan kemudian tuangkan garam berwarna di atas area yang direkatkan.
  • Biarkan kering.

4. Menggambar Dengan Oil Pastel

Meski tidak sepenuhnya ditujukan untuk anak-anak, lukisan cat minyak sangat merangsang dan juga menyenangkan untuk dilakukan. Dorong anak Anda untuk menggambar berbagai bentuk di atas kanvas, dan mengisinya dengan berbagai cara.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Pastel minyak
  • Kertas gambar
  • Minyak bayi
  • Korek kuping

Cara Melakukan:

  • Biarkan anak Anda menggambar hal-hal favoritnya di atas kertas gambar dengan pastel minyak dan mengisi warnanya. Dorong dia untuk membuat bentuk sebanyak yang dia inginkan.
  • Untuk efek seni seperti lukisan yang bagus, beri dia sedikit minyak bayi dan bantu dia mengoleskannya pada lukisan dengan cotton bud.
  • Minyak bayi dapat membuat karya seni apapun terlihat hidup dan layak untuk digantung di lemari es.

5. Game Menggambar Bolak Balik

Permainan kreatif untuk anak-anak seperti ini membutuhkan partisipasi aktif dari orang tua, dan dapat sangat membantu dalam mendekatkan anak Anda dengan Anda. Permainan ini melibatkan gambar umum sebagai alternatif, sehingga anak-anak dipaksa untuk berpikir sendiri dan membuat hal-hal saat permainan berlangsung. Ini merangsang kreativitas pada anak Anda, karena permainan menjadi lebih sulit dengan setiap langkah.

Apa yang Anda Butuhkan:

Pensil warna/krayon

  • Kertas gambar
  • Cara Melakukan:
  • Mulailah dengan menggambar gambar sederhana di atas kertas, dan berikan kepada anak Anda.
  • Anak itu harus menambahkan sesuatu atas kemauannya sendiri pada gambar itu.
  • Anda berdua kemudian melanjutkan untuk membangun gambar orang sebelumnya.

6. Pemodelan Playdough

Playdough telah menjadi andalan di toko mainan selama bertahun-tahun. Tidak hanya murah, mainan ini juga sangat menyenangkan dan kreatif untuk dimainkan. Kegiatan dengan mainan seni kreatif untuk anak prasekolah, seperti ini sangatlah sederhana. Berikan saja mainan untuk anak Anda, dan biarkan imajinasinya mengambil alih. Tunggu dan tetap dampingi, nantinya anak akan terlihat membuat bentuk dengan kompleksitas yang meningkat. Playdough mudah merangsang otak dan membuat anak berpikir keras untuk membuat berbagai bentuk.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Playdough
  • Poke-in
  • Tikar playdough

Cara Melakukan:

  • Berikan anak Anda beberapa adonan mainan dan biarkan dia membuat bentuk sesuai pilihannya.
  • Anda dapat duduk di sebelahnya dan membantu atau bersenang-senang membuat bentuk Anda sendiri.
  • Dorong dia untuk menggunakan poke-in, dan alas playdough untuk membuat tekstur pada bentuknya.

7. Lukisan Marmer

Lukisan marmer menyenangkan untuk dilakukan dan bagus untuk dilihat, sehingga anak Anda pasti tidak akan bosan dengan kegiatan ini dalam waktu dekat.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Cat air
  • Kertas gambar
  • Beberapa kelereng

Cara Melakukan:

  • Dorong anak Anda untuk mencelupkan kelereng ke dalam cat dan menggambar bentuk di atas kertas.
  • Anak dapat menggulung kelereng untuk membuat pola yang menarik atau menahannya di antara jari-jarinya dan dengan hati-hati menggambar bentuk favoritnya.

8. Lukisan Balon Air

Lukisan balon air adalah cara hebat lainnya untuk menambahkan tekstur dan teknik baru dalam aktivitas anak Anda. Dengan aktivitas ini, anak Anda bisa belajar bermain dengan tekstur.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Beberapa balon air.
  • Cat air
  • Piring kertas
  • Kertas gambar/kanvas

Cara Melakukan:

  • Mulailah dengan meminta anak Anda untuk mengisi air di balon air. Anda dapat membantu mereka mengikat lubangnya agar air tidak tumpah saat dia melukis.
  • Anda dapat memintanya mengisi jumlah air yang berbeda untuk memberinya lebih banyak ukuran untuk bereksperimen.
  • Hapus warna favorit anak Anda di piring kertas sekali pakai yang berbeda.
  • Biarkan anak Anda mencelupkan balon air ke dalam warna. Dia bisa mengoleskan balon atau menyeret dan menggulungnya sesukanya di kertas gambar.

9. Pasta Gigi Gajah

Pasta gigi gajah sangat cocok sebagai salah satu kegiatan berpikir kreatif terbaik untuk anak-anak. Perhatikan anak Anda dengan penuh rasa ingin tahu bermain dengan bahan seperti pasta gigi berukuran jumbo, yang dibuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • Kacamata pelindung
  • Ragi kering
  • Botol plastik
  • Sabun cair, sebaiknya sabun cuci piring
  • 6% peroksida
  • Warna yang bisa dimakan
  • Air hangat

Cara Melakukan:

  • Bantu anak Anda mengenakan kacamata pengaman.
  • Ambil beberapa 6% peroksida dalam botol.
  • Tambahkan sabun cuci piring dan pewarna.
  • Aduk botol.
  • Dalam wadah lain, ambil sedikit ragi dan tambahkan air hangat ke dalamnya.
  • Tambahkan campuran ragi ke dalam botol dengan peroksida, sabun cuci piring, dan pewarna.
  • Mundur bersama anak Anda dan saksikan campurannya berbusa dan mengalir keluar dari botol dalam bentuk dan bentuk yang indah!

10. Adonan Krim Cukur

Jika ingin permainan kreatif yang lebih interaktif untuk anak-anak, Anda dapat memilih untuk membuat adonan dari krim cukur bersama anak Anda. Warnai adonan dengan berbagai warna, dan saksikan anak Anda berkembang secara kreatif.

Apa yang Anda Butuhkan:

  • 1/2 cangkir tepung jagung
  • 1/2 cangkir krim cukur
  • Warna makanan

Cara Melakukan:

  • Bantu anak Anda mencampur dan mengaduk tepung maizena, krim cukur, dan pewarna yang bisa dimakan.
  • Adonan masih akan terlihat rapuh setelah beberapa saat tetapi akan mampu menahan bentuk.
  • Biarkan anak Anda kemudian membuat bentuk dan pola yang diinginkan dengan adonan ini.

Orangtua tidak perlu merasa pusing saat mencari aktivitas anak-anak di dalam rumah. Banyak aktifitas yang bisa memanfaatkan hal yang disekitar kita. Selalu, yang terpenting adalah orangtua tetap mendampingi anaknya dalam

Categories
Edukasi untuk Anak

Ingin Anak Berwawasan Luas, Berikan 7 Channel Youtube Edukatif Ini

Fenomena Perkembangan Zaman

Semakin berkembangnya zaman teknologi, terutama sejak pandemi berimbas ke banyak sektor kehidupan. Termasuk ke dalam kehidupan keluarga, dimana sekarang sudah jarang melihat anak-anak bermain dengan teman-teman seusianya di luar atau di dalam rumah. Pemandangan yang sering terlihat di zaman sekarang, anak-anak yang lebih sibuk menatap layar gadget masing-masing. Hal ini menimbulkan beberapa dampak negatif diantaranya, anak yang jarang berkomunikasi dengan sesamanya dan tidak melatih kemampuan motoriknya. Resiko terburuk adalah saat anak menonton yang seharusnya bukan untuk anak seusianya.

Pada dasarnya fenomena ini tidak bisa dihentikan. Terutama sejak pandemi, ketika anak-anak diharuskan belajar di rumah dan akhirnya lebih terbiasa dengan gadget daripada keluar dan bermain dengan orang lain. Bahkan, dikutip dari ibupedia.com seorang ibu mengaku bahwa anaknya susah makan kalau tidak sambil main gadget. Entah itu sambil bermain game, menonton youtube, dan lainnya, anak tersebut harus memegang gadget barulah ia mau makan.

Cara Mengatasinya?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) di healthchildren.org, menggunakan gadget bukanlah kebiasaan yang baik untuk anak  di bawah usia 18 tahun.  Ini karena otak bayi membutuhkan waktu  satu setengah tahun untuk berkembang dan memahami gambar  apa yang ditampilkan di layar, apa yang akan yang dilihatnya dalam kehidupan nyata. Anak Anda pada dasarnya hanya tertarik menatap benda berwarna-warni yang  bergerak di layar gadget. Ketika anak anda terlihat sangat fokus, sebenarnya otaknya belum siap untuk memproses dan tayangan yang mereka lihat

Kebiasaan menggunakan gadget yang buruk dan terus berulang pada anak-anak dikatakan mempengaruhi perkembangan bahasa, pemahaman bacaan, dan memori jangka pendek mereka. Hal ini juga dapat mempengaruhi pola tidur dan  perhatian anak Anda. Kebiasaan menonton apapun yang tidak cocok untuk usia anak, justru akan menjadi seperti “makanan sampah” bagi otak anak. 

Jadi, bagaimana Anda dapat mencegah efek negatif gadget pada anak-anak Anda? Tidak dapat dipungkiri, perkembangan zaman mengharuskan kita turut beradaptasi dalam mendidik anak. Penggunaan gadget yang hampir lumrah bagi anak zaman sekarang dapat kita cegah efek negatifnya dengan menemani anak saat menggunakan gadget. Kemudian, memberikan tontonan yang sesuai dengan anak seusianya. Selain itu kita berikan juga waktu atau batasan untuk menggunakan gadget selama satu jam setiap hari, atau dua jam sehari dengan satu jam pada pagi hari dan satu jamnya lagi saat sore hari 

Nah, untuk para orangtua yang kebingungan dengan apa saja tontonan gadget yang cocok untuk anak-anak. Berikut saya berikan rekomendasi tontonan channel youtube, yang dijamin akan menambah pengetahuan anak Anda.

1. CilukPa

Apakah Anda membutuhkan referensi channel YouTube untuk mengajarkan banyak kosakata kepada anak yang sudah memasuki tahap berbicara? Anda juga dapat pergi ke saluran YouTube CilukPa. Di sini anak-anak tidak hanya mempelajari kata-kata baru, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang berbagai jenis warna, mempelajari bentuk dan angka, mengenali nama hewan, membaca alfabet, dan bahkan anak-anak dapat mendengarkan hingga ikut bernyanyi lagu anak-anak yang sangat menyenangkan.

2. Edukasi Anak Indonesia

Channel YouTube yang diberi nama Edukasi Anak Indonesia ini mencakup video menarik penuh edukasi  tentang buah-buahan, hewan, ternak, tentang sayuran, tentang transportasi, bagian tubuh, nama-nama makanan, lagu anak-anak Indonesia, dan masih banyak lagi. Videonya dikemas dalam tayangan menarik dengan berbagai tokoh animasi yang memberikan edukasi tersebut.

3. Nussa Official

Rekomendasi channel berikutnya ialah Nussa Official. Channel Youtube karya anak bangsa ini merupakan salah satu channel untuk anak-anak yang populer. Nussa Official bercerita tentang dua animasi kakak beradik dengan nuansa Islami: Nussa dan Lara. Dengan memberikan saluran YouTube ini, Anda dapat mengedukasi anak-anak Anda nilai-nilai agama dan  kehidupan .Karakter Umma, Nussa, dan Rara dalam serial channel YouTube ini kerap mengajarkan banyak hal untuk membantu orangtuanya sejak dini. Video edukasi Nussa dan Lara sering kali memuat ayat-ayat Alquran dan lantunan hadits Nabi SAW Indonesia

4. Kids TV Indonesia

Berikutnya ada Channel YouTube Kids TV Indonesia yang juga sangat menarik untuk memberikan edukasi untuk anak-anak. Konten channel youtube ini selain mengajarkan lagu anak- anak, juga memberikan edukasi menarik lain yang sangat beragam. Contohnya, pengenalan warna, permainan angka, pengenalan karakter, dan memahami bentuk objek. Salah satu karakter di saluran YouTube Kids TV  Bob the Train akan memberikan edukasi yang menarik kepada anak-anak anda. Channel YouTube ini cukup lengkap dengan gambar animasi  penuh warna cerah.

5.  Riko The Series

Channel YouTube islami berjudul Riko The Series ini berkisah tentang seorang anak kecil bernama Riko dan seluruh keluarganya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain cerita bertema edukasi yang akan disukai anak Anda, Rico the Series juga memiliki koleksi video  pengenalan ayat-ayat Alquran dalam animasi yang tidak membosankan. Pemberian konten edukasi di setiap video juga sangat mudah dipahami. Apakah Anda sudah berlangganan dan memberikan anak tontonan menarik yang mengedukasi ini?

6. Baby Bus

Channel youtube penuh edukasi yang saya rekomendasikan berikutnya ialah channel Baby Bus. Channel ini merupakan salah satu channel yang juga populer dan telah ditonton oleh jutaan anak-anak. Baby bus memiliki konsep belajar yang menyenangkan. Konsep tersebut mereka tuangkan lewat karakter panda yang sangat lucu serta animasi 2D dan 3D lain yang menyenangkan dan penuh warna. Karakter-karakter tersebut, mengisi berbagai video pendidikan yang disajikan kepada anak-anak dalam bentuk cerita dengan tema yang berbeda-beda.

7. Uwa and Friends

Terakhir,, ada channel Youtube yang terkenal karen mengajarkan lagu anak-anak dengan video klip yang menarik dan penuh warna. Dilansir dari laman Uwa and Friends, channel youtube didasari ide untuk  memberikan beragam edukasi untuk balita usia pra sekolah atau anak-anak paud di kawasan Indonesia dan wilayah Asia Tenggara. Channel youtube ini, selain berisi kumpulan lagu, juga berisi film kartun animasi untuk mendidik karakter anak, serta kumpulan cerita dongeng yang berisi banyak nilai-nilai kebaikan yang bagus sebelum tidur.a. Karakter Uwa and Friends juga memiliki 3 karakter animasi yang sangat menarik minat anak. 3 karakter tersebut diambil berdasarkan 3 satwa langka kebanggaan Indonesia seperti Uwa (sang orangutan), Mica (seekor harimau yang cantik), dan Pito (si badak yang sangat lucu). Selain ketiga tokoh utama itu, masih banyak satwa lainnya yang ikut memeriahkan setiap video edukatif di channel youtube Uwa and Friends. 

7 channel youtube diatas hanya segelintir rekomendasi yang pastinya akan mengedukasi anak. Selain mencari channel yang tepat, para orang tua harus selalu memastikan, bahwa youtube yang diberikan ke anak merupakan youtube khusus anak yang dapat diatur. Ini untuk mencegah munculnya iklan yang membuat anak-anak hilang fokus. Serta yang terpenting untuk selalu menemani anak dan memberi batasan waktu saat memainkan gadget atau menonton youtube!

Categories
Edukasi untuk Anak

5 Spiral Pembelajaran untuk Meningkatkan Kreativitas Anak

Pada umumnya banyak kesalahpahaman bahwa cara terbaik untuk mendorong kreativitas anak-anak adalah dengan menyingkir dan membiarkan mereka berkreasi. Meskipun memang benar bahwa anak-anak akan secara alami ingin tahu, mereka tetap membutuhkan dukungan untuk mengembangkan kapasitas kreatif mereka dan mencapai potensi kreatif mereka sepenuhnya. Mendukung perkembangan anak sebagai tindakan penyeimbang terhadap : seberapa banyak kebebasan; kapan harus melangkah, kapan harus mundur; kapan harus menunjukkan, kapan harus memberi tahu, kapan harus bertanya, kapan harus mendengarkan.

Dalam menyusun daftar ini, saya menggabungkan tips untuk orang tua dan guru, karena menurut saya masalah inti untuk menumbuhkan kreativitas adalah sama, baik di rumah maupun di kelas. Tantangan utamanya bukanlah bagaimana “mengajarkan” kreativitas kepada anak-anak, melainkan bagaimana menciptakan lingkungan yang subur di mana kreativitas mereka akan berakar, tumbuh, dan berkembang.

Daftar ini disusun berdasarkan lima komponen dari apa yang saya sebut Spiral Pembelajaran Kreatif, sebuah proses yang mendorong anak-anak untuk membayangkan apa yang ingin mereka lakukan, membuat proyek, bermain dengan alat dan bahan, berbagi ide dan kreasi dengan orang lain, dan mau merefleksikan pengalaman mereka sendiri. Pemikiran ini juga banyak terinspirasi dari komunitas scratch anak-anak yang telah berhasil menerapkan spiral pembelajaran ini.

Untuk masing-masing dari lima komponen ini, saya telah menyarankan dua tip. Namun, kiat-kiat ini hanyalah sebagian kecil dari semua hal yang mungkin Anda tanyakan dan lakukan untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak. Lihat mereka sebagai sampel yang representatif, dan buat lebih banyak sampel Anda sendiri.

MEMBAYANGKAN

1. Tunjukkan contoh untuk memicu ide

Halaman kosong, kanvas kosong, dan layar kosong bisa  menjadi sesuatu yang tidak terduga. Kumpulan contoh dapat membantu memicu imajinasi. Seperti yang telah dibahas, jangan biarkan anak Anda dengan kertas kosong begitu saja. Selalu mulai dengan menunjukkan contoh untuk memberikan gambaran tentang apa yang mungkin mereka buat dan untuk memberikan ide tentang cara memulai.

Tentu saja, ada risiko bahwa anak-anak hanya akan meniru atau menyalin contoh yang mereka lihat. Tidak apa-apa sebagai permulaan, tetapi hanya sebagai permulaan. Dorong mereka untuk mengubah atau memodifikasi contoh. Sarankan agar mereka memasukkan suara mereka sendiri atau menambahkan sentuhan pribadi mereka sendiri. Apa yang mungkin mereka lakukan secara berbeda? Bagaimana mereka bisa menambahkan gaya mereka sendiri, terhubung dengan minat mereka sendiri? Bagaimana mereka bisa membuatnya sendiri?

2. Dorong Mereka

Kebanyakan orang berasumsi bahwa imajinasi terjadi di kepala, tetapi tangan sama pentingnya. Untuk membantu anak-anak menghasilkan ide, Anda bisa mendorong mereka untuk mulai bermain-main dengan contoh tanpa mempedulikan ide terlebih dahulu. Saat anak-anak mencoret-coret kertas dengan asal atau mengotak-atik bahan kerajinan, ide-ide baru muncul. Apa yang dimulai sebagai kegiatan tanpa tujuan menjadi awal dari ide yang diperluas.

Contoh lainnya, semisal Anda dapat meminta anak-anak untuk menyatukan beberapa bata LEGO, lalu memberikan struktur tersebut kepada teman atau saudaranya untuk menambahkan beberapa lagi, lalu melanjutkannya ke depan dan ke belakang. Setelah beberapa pergantian, anak-anak sering kali akan memiliki ide baru untuk hal-hal yang ingin mereka bangun.

MEMBUAT

3. Menyediakan berbagai macam bahan

Anak-anak sangat dipengaruhi oleh mainan, alat dan bahan di dunia sekitar mereka. Untuk melibatkan anak-anak dalam kegiatan kreatif, pastikan mereka memiliki akses ke berbagai bahan untuk menggambar, membangun, dan membuat kerajinan. Teknologi baru, seperti perangkat robotik dan printer 3D, dapat memperluas jangkauan hasil karya anak-anak, tetapi jangan mengabaikan bahan tradisional.

Bahan yang berbeda bagus untuk hal yang berbeda. Batu bata LEGO dan stik es loli bagus untuk membuat kerangka, kain kempa dan kain bagus untuk membuat kulit, dan scratch bagus untuk membuat benda yang bergerak dan berinteraksi. Pena dan spidol bagus untuk menggambar, dan lem serta lakban bagus untuk menyatukan benda-benda. Semakin besar keragaman bahan, semakin besar peluang anak untuk semakin kreatif.

4. Rangkul semua jenis pembuatan

Anak-anak yang berbeda tertarik pada berbagai jenis pembuatan. Beberapa orang senang membuat rumah dan kastil dengan batu bata LEGO. Beberapa menikmati membuat game dan animasi dengan Scratch. Kemudian, ada yang senang membuat perhiasan,  mobil balap, kotak sabun, makanan penutup, ataupun lapangan golf mini.

Menulis puisi atau cerita pendek juga merupakan jenis pembuatan. Anak-anak dapat belajar tentang proses desain kreatif melalui semua kegiatan ini. Bantu anak-anak menemukan jenis pembuatan yang sesuai dengan mereka. Bahkan lebih baik, selalu dorong anak-anak untuk terlibat dalam berbagai jenis pembuatan. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses desain kreatif.

BERMAIN

5. Tekankan proses, bukan produk

Biasanya, belajar yang baik terjadi ketika orang secara aktif terlibat dalam pembuatan sesuatu, tetapi itu tidak berarti kita harus menaruh semua perhatian kita pada hal-hal yang dibuat. Yang lebih penting lagi adalah proses pembuatannya.

Saat anak-anak mengerjakan suatu aktivitas, soroti prosesnya bukan hanya produk akhir. Tanyakan kepada anak-anak tentang strategi dan sumber inspirasi mereka. Dorong eksperimen dengan menghargai eksperimen yang gagal sebanyak yang berhasil. Alokasikan waktu bagi anak-anak untuk berbagi tahap peralihan dari proyek mereka dan diskusikan apa yang mereka rencanakan untuk dilakukan selanjutnya dan mengapa.

6. Perpanjang waktu 

Butuh waktu bagi anak-anak untuk mengerjakan sesuatu yang  kreatif, terutama jika mereka terus-menerus mengutak-atik, bereksperimen, dan mengeksplorasi ide-ide baru (seperti yang kami harapkan). Mencoba membatasi Anak dengan  batasan periode sekolah standar 50 menit atau bahkan beberapa periode 50 menit selama seminggu justru dapat merusak keseluruhan gagasan yang ada di benak mereka. 

Perpanjang waktu akan mencegah pengambilan risiko dan eksperimen anak yang gagal, dan menempatkan prioritas untuk secara efisien mendapatkan jawaban “benar” dalam waktu yang ditentukan. Untuk perubahan tambahan, jadwalkan periode ganda untuk proyek. Untuk perubahan yang lebih dramatis, sisihkan hari atau minggu (atau bulan) tertentu.

BAGIKAN

7. Mainkan peran mak comblang

Banyak anak ingin berbagi ide dan berkolaborasi saat mengerjakan hal kreatif, tetapi mereka tidak yakin bagaimana caranya. Anda dapat memainkan peran sebagai mak comblang, membantu anak-anak menemukan orang lain untuk diajak bekerja sama. Banyak komunitas online seperti Scratch, yang telah menyelenggarakan Kamp Kolaborasi selama sebulan untuk membantu anak  menemukan orang lain yang bisa diajak bekerja sama dan juga untuk mempelajari strategi untuk berkolaborasi secara efektif. Anda juga bisa mengajak teman anak anda atau sepupu anak anda agar bermain dan berbagi ide bersama.

8. Terlibat sebagai kolaborator

Orang tua dan mentor terkadang terlalu terlibat ketika anak-anak sedang mengerjakan hal kreatif, memberi tahu anak-anak apa yang harus dilakukan atau memegang keyboard untuk menunjukkan kepada mereka cara mengatasi masalah. Di sisi lain, ada juga orang tua dan mentor lainnya yang justru tidak terlibat sama sekali. Sebaiknya, terlibatlah dengan saling berbagi ide atau sebagai kolaborator kepada anak. Ibarat dalam dunia kerja orang dewasa membentuk kolaborasi nyata dalam proyek. Ketika kedua belah pihak berkomitmen untuk bekerja sama, setiap orang memiliki banyak keuntungan. Hal ini juga yang bisa kita terapkan pada anak, dengan terus terlibat tetapi tidak memegang kendali sepenuhnya.

MENCERMINKAN

9. Ajukan pertanyaan 

Sangat bagus bagi anak-anak untuk membenamkan diri dalam aktivitas kreatif, tetapi juga penting bagi mereka untuk mundur untuk merenungkan apa yang terjadi. Anda dapat mendorong anak-anak untuk berefleksi dengan mengajukan pertanyaan tentang hal yang mereka kerjakan. Saya sering memulai dengan bertanya: “Bagaimana Anda mendapatkan ide untuk proyek ini?” Ini pertanyaan otentik: Saya benar-benar ingin tahu! Pertanyaan tersebut mendorong mereka untuk merenungkan apa yang memotivasi dan mengilhami mereka.

Pertanyaan favorit saya lainnya: “Apa yang paling mengejutkan Anda?” Pertanyaan ini mendorong mereka menjauh dari hanya menggambarkan secara biasa, tetapi akan menuju refleksi langsung pada pengalaman mereka. Jika ada yang tidak beres dengan aktivitas yang mereka lakukan, Anda bisa sering bertanya: “Apa yang Anda ingin lakukan?” Dalam menjelaskan apa yang mereka coba lakukan, biasanya mereka sering menyadari dimana kesalahan mereka, tanpa masukan lebih lanjut.

10. Bagikan refleksi Anda sendiri

Kebanyakan orang tua dan guru enggan untuk berbicara dengan anak-anak tentang proses berpikir mereka sendiri. Mungkin mereka tidak ingin mengungkapkan bahwa mereka terkadang bingung atau tidak yakin dengan pemikiran mereka. Tetapi berbicara dengan anak-anak tentang proses berpikir Anda sendiri adalah hadiah terbaik yang dapat Anda berikan kepada mereka.

Penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa berpikir adalah kerja keras bagi semua orang, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Dan itu berguna bagi anak-anak untuk mendengar strategi Anda dalam mengerjakan suatu hal dan memikirkan masalah. Dengan mendengar refleksi Anda, anak-anak akan lebih terbuka untuk merefleksikan pemikiran mereka sendiri, dan mereka akan memiliki model yang lebih baik tentang bagaimana melakukannya. Bayangkan anak-anak dalam hidup Anda sebagai murid yang berpikir kreatif; Anda membantu mereka belajar menjadi pemikir kreatif dengan mendemonstrasikan dan mendiskusikan bagaimana Anda melakukannya.

Itulah 5 spiral yang dapat membuat anak lebih kreatif. Semoga bermanfaat untuk para orangtua, guru, mentor , dan lainnya. Dan yang terpenting dari spiral ini adalah prosenya bukan hasil!

Categories
Edukasi untuk Anak

Segudang Manfaat  Lego Untuk Anak

Mengajari anak permainan yang menyenangkan sangat penting untuk pertumbuhan anak. Permainan terbaik ialah permainan yang dapat melatih kemampuan motorik anak dan semakin membuat anak aktif untuk berinteraksi dengan orang tua maupun orang-orang disekitarnya. Salah satu permainan yang bagus dan banyak direkomendasikan orang ialah permainan lego. 

Lego merupakan permainan menyusun bangunan, kendaraan, perabot, perkakas, dan lainnya. Dilansir dari sekilasmedia.com, lego adalah permainan plastik yang dapat dikunci dan dapat dibentuk oleh anak menyesuaikan bentuk-bentuk potongan lego. Lego pada dasarnya didominasi oleh bata plastik  yang dapat disusun menjadi berbagai bentuk

Produk lego sendiri memiliki banyak warna dan ukuran yang beragam. Hal itu dilakukan agar anak-anak dapat bebas memilih lego yang dipakai. Hasilnya otak anak-anak akan terasah, serta kemampuan kreatif dan inovatifnya yang berkembang. Adapun info lebih detail tentang manfaat lego untuk anak diantaranya.

1. Memperkenalkan Berbagai Warna dan Bentuk

Permainan lego yang terdiri dari banyak warna dan variasi bentuk otomatis akan memperkenalkan anak yang baru tumbuh dengan variasi akan warna dan bentuk yang akan ia sering temui nantinya. Variasi warna dan bentuk itu akan memperkaya pengetahuan umum si anak. Setiap anak tidak mengetahui jenis warna atau bentuk lego yang ia pilih, anak dapat mencari tahunya dari orang sekitar dan hal ini akan membuat anak cepat mengingat hal-hal baru yang ia temui. 

2. Mengasah Keterampilan Motorik 

Saat menyusun lego, anak-anak akan terlatih untuk menggunakan tangan serta jari-jarinya untuk menguatkan atau menempelkan lego. Lego yang memiliki bentuk berbeda-beda serta membutuhkan kemampuan menekan lego yang berbeda-beda akan mengharuskan anak anda menggunakan kekuatan yang terpusat di jari-jari tangan mereka.

3. Menumbuhkan Kreativitas 

Dalam menyusun lego yang bervariasi dengan banyak warna dan bentuk akan merangsang kreativitas anak. Lego yang harus disusun akan menumbuhkan daya imajinasi anak tanpa takut akan salah. Imajinasi yang berkembang akan semakin meningkatkan kreativitas seorang anak.

4. Meningkatkan Kegigihan

Saat menyusun lego tidak dapat dipungkiri bentuk yang dibuat dapat tidak sesuai keinginan anak atau bahkan gagal terbentuk. Hal ini tentunya dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk tidak gampang menyerah. Anak-anak akan semakin terlatih untuk gigih dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

5. Mengasah Kepercayaan Diri

Permainan lego dapat membuat anak-anak merasa puas dan semakin percaya diri jika bentuk yang dia inginkan dapat terbentuk. Rancangan yang dipikirkan anak entah itu sengaja ataupun hanya spontan merupakan awal dari tumbuhnya kemampuan anak dalam merencanakan tujuan sebelum memulai suatu kegiatan. Akan tetapi, hal ini bisa tidak terjadi jika anak kita lepas begitu saja tanpa didampingi oleh orang tua.

6. Mengasah Daya Analitis dan Kemampuan Anak dalam Berpikir Sistematis

Permainan lego tidak hanya dapat dibangun asal begitu saja. Tanpa sadar saat berpikir untuk merencanakan permainan lego, anak-anak akan mengembangkan kemampuan analitis dan berpikir sistematis dengan fokus pada hal-hal penting, detail dalam memperhatikan tiap item-item pada lego, dan mencari solusi hingga bentuk lego yang diinginkan selesai.

7. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi

Anak-anak dalam bermain menyusun lego tidak selalu hanya diam dalam menyusun dan bermain lego tersebut. Anak-anak biasanya juga akan otomatis berusaha bertanya dan berkomunikasi dengan orang- orang yang berada di dekatnya. Berkomunikasi untuk menanyakan cara menyusun lego, cara melepaskan potongan lego, ingin memastikan lego yang yang ias susun terlihat bagus atau benar, sekedar memamerkan hasil susunan lego yang menurutnya keren, dan masih banyak lagi yang biasanya akan dikomunikasikan oleh anak. Hal ini tentu berdampak positif bagi si anak, sehingga menjadi pribadi yang komunikatif dan aktif dalam bersosialisasi.

Walaupun banyak manfaat yang didapat anak-anak saat bermain lego, hal itu tidak membuat serta merta anak dapat ditinggal begitu saja tanpa pengawasan dan dibiarkan bermain sendiri. Jika itu terjadi, semua manfaat diatas tidak dapat diperoleh dengan maksimal. Bahkan berpeluang menimbulkan rasa frustasi pada anak yang ditinggalkan sendiri dan tidak menemukan orang  yang dapat ditanyakan saat kebingungan. Berikut merupakan hal-hal yang harus diperhatikan saat memberikan anak permainan lego.

1. Mendampingi Anak Saat Bermain

Sebenarnya, saat anak beraktivitas tidak hanya saat bermain lego saja orang tua harus selalu menemani dan mendampinginya. Orang tua harus tetap ada disamping anak agar tidak melakukan hal-hal yang membahayakan semisal, memakan atau menjilat lego, memasukkan lego ke lubang hidung atau telinga, mematahkan lego, dan lainnya. Selain itu, saat orang tua berada di samping anak, orang tua dapat membimbing langsung anak saat merasa kebingungan atau kesusahan, saat merasa senang karena legonya selesai, bahkan saat ia sedih saat legonya gagal terbentuk. Hal ini dilakukan agar terdapat hubungan yang intim antara anak dan orang tua yang hangat. Perlu diingat juga, bahwa saat mendampingi anak orang tua jangan mendampinginya sambil sibuk bermain gadget, karena hal itu justru membuat anak merasa diacuhkan.

2. Memilih Lego Ukuran Besar

Anak-anak harus diberikan lego yang berukuran besar untuk meminimalisir kemungkinan tertelan atau dimasukkan ke lubang hidup dan telinga. Lego berukuran besar juga dapat membuat anak senang dengan hanya memegang nya.

3. Mengajarkan Kebersihan

Terakhir, yang tidak kalah penting nya yaitu, orang tua harus senantiasa mengingatkan anak akan kebersihan saat bermain. Setelah bermain, diingatkan untuk merapikan lego dan menyimpannya kembali ke tempat ia mengambilnya. Hal ini berguna untuk melatih anak agar selalu rapi, teratur, bersih dan disiplin.

Lego sendiri di Indonesia sangat mudah untuk ditemui. Banyak toko-toko mainan besar hingga kecil akan membuat para orang tua tersenyum saat mencari mainan lego. Anda memiliki banyak pilihan untuk memilih produk lego yang diinginkan. Toko mainan biasanya memiliki rangkaian produk lego seperti bata lego, tangga, pelindung lumpur kendaraan, pesawat terbang, pesawat hias, produk veneer, dan sebagainya dengan biaya yang hampir sama dan tetap terjangkau di semua kalangan. Menjelajahi produk di toko lego baik offline maupun online jauh lebih mudah daripada yang Anda kira. Foto-foto cerah yang dipadukan dengan deskripsi produk yang sangat baik akan benar-benar memberi Anda perasaan terbaik dalam berbelanja.

Itulah manfaat-manfaat lego yang semoga dapat berguna untuk para orang tua dan buah hatinya.